Hubungan Penerangan Alami dengan Kasus Pneumonia pada Bayi dan Balita di Wilayah Puskesmas II Denpasar Selatan Tahun 2011
DOI:
https://doi.org/10.36049/jgk.v10i1.15Keywords:
Pencahayaan Alami, Pneumonia, BalitaAbstract
Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian balita di dunia. Oleh karena itu kasus pneumonia merupakan masalah kesehatan dunia. Di Puskesmas II Denpasar Selatan, kasus pneumonia balita tahun 2010 meningkat dua kali dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Selatan yang cukup padat bangunan berpengaruh terhadap intensitas pencahayaan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pencahayaan alami terhadap kejadian pneumonia pada bayi dan anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Selatan. Sampel penelitian ini adalah 30 bayi atau anak balita yang terdiagnosa pneumonia sebagai sampel kasus dan 30 orang bayi atau anak balita yang tidak terdiagnosa pneumonia yang disesuaikan dengan umur serta jenis kelaminnya. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner dan pengukuran kemudian dianalisis secara deskriptif dan Mc Nemar dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan bermakna antara pencahayaan alami ruang tidur (OR = 16, p = 0,00, CI 95% = 2,13–120,47) dan kepadatan hunian (OR = 13, p = 0,002, CI 95 %= 1,69–99,8) terhadap kejadian pneumonia pada bayi dan anak balita. Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan prilaku sehat dengan membiasakan masuknya cahaya matahari pagi dan kesadaran akan tempat tinggal yang sehat. Bagi petugas kesehatan disarankan untuk dilakukan promosi kesehatan yang berkaitan dengan faktor risiko serta cara pencegahan pneumonia.
References
Achmadi, U. . (2011). Dasar-dasar Penyakit Berbasis Lingkungan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Agustyana, K., Ginandjar, P., Saraswati, L. D., & Hestiningsih, R. (2019). Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Daerah Perkotaan (Studi Di Wilayah Kerja Puskesmas Bergas). Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal), 7(1), 176–185.
Darmawati, A. T., Sunarsih, E., & Trisnaini, I. (2016). Hubungan Faktor Kondisi Fisik Rumah dan Perilaku Dengan Insiden Pneumonia Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo Kota Metro. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(1), 6–13.
Hayati, A. M., Suhartono, & Winarni, S. (2017). Hubungan Antara Faktor Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Semin I Kabupaten Gunung Kidul. Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal), 5(5), 441–450.
Katiandagho, D., & Nidawati, N. (2018). Hubungan Kodisi Fisik Rumah dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Desa Karatung I Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 4(2), 74–81. Retrieved from http://103.55.216.55/index.php/higiene/article/view/5853
Kemenkes, R. (2010). Pneumonia Balita Buletin Jendela Epidemiologi Volume 3. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Khasanah, M., Suhartono, S., & Dharminto, D. (2016). Hubungan Kondisi Lingkungan Dalam Rumah Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Puring Kabupaten Kebumen. Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal), 4(5), 27–34.
Kusumawati, D., Suhartono, & Yunita D, N. . (2015). Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Dan Perilaku Anggota Keluarga Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita (Studi Kasus Di Wilayah Kerja Puskesmas Magelang Selatan Kota Magelang). Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal), 3(3).
Notoatmodjo, S. (2011). Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.
Radji, M. (2010). Buku Ajar Mikrobiologi Panduan Mahasiswa Farmasi dan Kedokteran. Jakarta: EGC.
Ratnaningtyas Ayu Mardani, Siti Fatimah Pradigdo, A. M. (2018). Faktor Risiko Kejadian Pneumonia pada Anak Usia 12-48 Bulan (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Gombong II Kabupaten Kebumen Tahun 2017). Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal), 6(1), 581–590.
Suryani, S., Hadisaputro, S., & Zain, S. (2018). Faktor Risiko Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada balita (Studi di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Bengkulu). Higiene, 4(1), 26–31. Retrieved from http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/higiene/article/view/5836
Suryawan, B. (2015). Hubungan Komponen Rumah Sehat Dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak Balita Di Kelurahan Serengsem Kecamatan Panjang Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Bandar Lampung Tahun 2013. Jurnal Medika Malahayati, 2(2), 74–80.
Trisiyah, C. D. (2018). Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Taman Kabupaten Sidoarjo. The Indonesian Journal of Public Health, 13(1), 122. https://doi.org/10.20473/ijph.v13i1.2018.122-133
Wulandari, I., Suhartono, S., & Dharminto, D. (2016). Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Dan Keberadaan Perokok Dalam Rumah Dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Balapulang Kabupaten Tegal. Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal), 4(4), 950–957.
Wulandari, P., Suhartono, S., & Dharminto, D. (2016). Hubungan Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, 4(5), 125–133.