SKOR NEUROPATI PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI POLIKLINIK GERIATRI RUMAH SAKIT TK II UDAYANA DENPASAR

NEUROPATHY SCORES IN ELDERLY DIABETES MELLITUS PATIENTS AT THE GERIATRIC POLYCLINIC OF UDAYANA LEVEL 2 HOSPITAL DENPASAR

Penulis

  • Triyana Dewi STIKES Advaita Medika Tabanan
  • Desak Made Serinadi Stikes Kesdam IX/Udayana
  • Ni Luh Putu Suardini Yudhawati STIKES Kesdam IX/Udayana
  • Kadek Sri Ariyanti Politeknik Kesehatan Kartini Bali
  • Putu Arik Herliawati Politeknik Kesehatan Kartini Bali

DOI:

https://doi.org/10.36049/hope.v2i1.366

Kata Kunci:

diabetes mellitus; neuropati; lansia; Ipswich Touch Test

Abstrak

Komplikasi yang paling umum muncul pada individu lanjut usia dengan diabetes mellitus adalah neuropati. Neuropati sering diabaikan karena gejalanya sering kali tidak dirasakan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan potong lintang melibatkan 89 pasien lanjut usia dengan diabetes mellitus di Poliklinik Geriatri RS Tk II Udayana. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung oleh peneliti untuk menilai skor neuropati menggunakan Ipswich Touch Test. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan analisis deskriptif. Penelitian menemukan bahwa berdasarkan karakteristik lansia, terdapat 65 orang (73,03%) berusia 60-74 tahun, 49 orang (55,05%) pria, 32 orang (35,96%) dengan pendidikan SMA, dan 57 orang (64,04%) dengan diabetes lebih dari 5 tahun. Skor neuropati sebagian besar menunjukkan tidak ada neuropati pada 81 orang (91,01%), tetapi 8 orang (8,99%) masih menunjukkan gejala neuropati. Individu lanjut usia dengan diabetes mellitus mengalami neuropati setelah penilaian dan menunjukkan gejala terkait neuropati. Lansia perlu untuk melakukan pemeriksaan mandiri secara rutin untuk deteksi dini.

 

Diterbitkan

2025-06-20