Konseling Edukasi Pemberian Pijat Endorphin untuk Mengatasi Kecemasan Persalinan dalam Asuhan Kebidanan Berkesinambungan 

Penulis

  • Elisabeth Dhodhi Prodi Pendidikan Profesi Bidan, Politeknik Kesehatan Kartini Bali
  • Putu Arik Herliawati Politeknik Kesehatan Kartini Bali
  • Fitria Fitria Politeknik Kesehatan Kartini Bali

DOI:

https://doi.org/10.36049/pv1gfc95

Kata Kunci:

pijat, endorphin, kecemasan, persalinan, kebidanan, berkesinambungan

Abstrak

Kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, dan masa nifas merupakan proses alami yang dialami perempuan, namun pada kondisi tertentu dapat timbul komplikasi yang berisiko terhadap keselamatan ibu dan bayi bahkan dapat menyebabkan kematian. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan asuhan kebidanan Continuity Of Care pada ibu “MFS” umur 36 tahun multipara beserta bayi yang menerima asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan dari umur kehamilan 35 minggu 1 hari sampai 42 masa nifas. Metode yang digunakan wawancara, pemeriksaan, observasi serta dokumentasi. Asuhan dilakukan dari bulan Februari 2026 sampai April 2026. Masa kehamilan berlangsung fisiologis tanpa komplikasi, dengan asuhan yang berfokus pada pemantauan kesehatan ibu dan janin, edukasi gizi, istirahat, ketidaknyamanan trimester III, tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, serta pemberian asuhan gentle birth berupa pijat endorphin. Asuhan Intranatal Care Ny. MFS berlangsung secara spontan dan fisiologis tanpa penyulit. Bayi lahir spontan dengan berat badan 3000 gram dan segera dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Asuhan nifas yang diberikan menunjukkan proses involusi uterus yang baik tanpa adanya tanda-tanda komplikasi. ASI keluar lancer sehngga proses laktasi berlangsung lancar. Asuhan bayi baru lahir diberikan secara menyeluruh dan menunjukkan bayi beradaptasi dengan baik. Melalui pemberian asuhan berkesinambungan, ibu hamil menjadi lebih siap dan yakin dalam menghadapi perubahan fisiologis, sehingga faktor risiko dapat dideteksi sejak dini serta komplikasi pada ibu dan bayi dapat diminimalkan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30