Gambaran Masalah Kesehatan Mental, Penanganan dan Akses Informasi tentang Kesehatan Mental pada Remaja di Denpasar Selatan
DOI:
https://doi.org/10.36049/hrxjnr16Kata Kunci:
akses informasi, kesehatan mental, remajaAbstrak
Kesehatan mental remaja merupakan masalah yang memerlukan perhatian khusus. Sekitar 10-20% remaja mengalami masalah kesehatan mental antara lain kecemasan (45%), depresi (35%) dan perilaku menyakiti diri sendiri (25%). Hanya 40% remaja yang mengetahui sumber informasi tentang kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui survey menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti serta telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Tempat penelitian di SMP Negeri 11 Denpasar pada Bulan Januari 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang berusia 11-18 tahun di Denpasar Selatan. Teknik cluster sampling digunakan untuk merekrut 195 remaja sebagai responden survey. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dengan distribusi frekwensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 46,2% remaja pernah mencari informasi tentang kesehatan mental. Sumber informasi yang paling banyak digemari adalah internet (94,4%). Media edukasi kesehatan mental yang paling banyak digemari adalah video edukasi (73,8%). Media sosial yang paling digemari untuk menyebarkan informasi kesehatan mental adalah youtube (75,4%). Masalah kesehatan mental remaja di Denpasar Selatan merupakan isu yang memerlukan perhatian. Berbagai tantangan harus diatasi, terutama akses informasi dan stigma. Diperlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental remaja. Penelitian lebih lanjut dan program intervensi yang efektif sangat penting untuk meningkatkan kesehatan mental remaja di Kota Denpasar.
