Persepsi Remaja Kota Terhadap Perilaku Merokok Elektrik
Perilaku Merokok Elektrik
DOI:
https://doi.org/10.36049/hope.v2i1.297Kata Kunci:
Persepsi ; Perilaku; Rokok Elektrik; RemajaAbstrak
Rokok Elektrik atau yang sering disebut Vape, merupakan modifikasi dari perilaku merokok konvensional. Jumlah pengguna rokok elektronik meningkat dari 516.377 orang (0,3% populasi) pada 2011 menjadi lebih dari 6 juta orang (3% populasi) (WHO,2024). Komunitas Vape sudah banyak ditemukan dikota-kota besar. Wilayah Jabodetabek merupakan wilayah perkotaan di tiga provinsi yang ada di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Pengguna Vape terbanyak adalah kelompok remaja, dimana penggunaan rokok elektrik ini menjadi trend atau gaya hidup remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat persepsi remaja yang dimulai dari intensi (niat) remaja untuk berperilaku yang merupakan hasil dari kombinasi sikap dan norma subyektif serta karakteristik remaja mengenai perilaku merokok elektrik. Metode Penelitian menggunakan metode cross sectional. Populasi Penelitian ini adalah remaja sekolah Muhammadiyah yang tersebar di wilayah Jabodetabek dengan teknik pengambilan sampel quata sampling didapatkan 350 responden. Hasil penelitian dilakukan melalui analisis univariat,bivariat dan multi variat. Variabel yang berhubungan pada analisis bivariat, yaitu umur, uang saku dan pengetahuan., demikian juga pada hasil analisis multivariat. Ketiga variabel tersebut muncul kembali, namun variabel pengetahuan memiliki hasil Signifikan (p<0.001) dengan Exp(B)=0.079, menandakan bahwa pengetahuan yang lebih tinggi dapat menurunkan persepsi positif terhadap rokok elektrik. Secara keseluruhan, variabel pengetahuan menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap persepsi bahaya, baik dalam analisis bivariat maupun multivariat, sementara variabel umur dan uang saku kurang signifikan dalam model multivariat. Simpulan penelitian menujukkan bahwa Theory of Planned Behavior (TPB) persepsi remaja berbanding lurus dengan norma subyektif yang positif sebagai hasil untuk pengambilan keputusan tidak berperilaku merokok elektrik
