Balita, Gangguan Bicara, Tenung GAMBARAN TENUNG KELAHIRAN PADA BALITA DENGAN GANGGUAN BICARA DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN NI MADE SINARSARI
DOI:
https://doi.org/10.36049/hope.v2i1.333Kata Kunci:
Balita, Gangguan Bicara, Tenung KelahiranAbstrak
Seseorang dikatakan terlambat berbicara (gangguan bicara), jika pada usia kemampuan produksi suara dan berkomunikasi di bawah rata-rata anak seusianya. Penanganan gangguan bicara dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan secara konvensional dan tradisional. Penelitian ini bermanfaat untuk membantu memberikan pelayanan dan solusi yang bersifat tradisional kepada balita dengan gangguan bicara. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan tujuan untuk mengetahui Gambaran tenung kelahiran Pranata Wangsa dengan gangguan bicara pada balita. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024. Berdasarkan Tenung Pranata Mangsa didapatkan hasil modus yaitu pada kelahiran sasih Kasa, Kadasa dan Sadha yang masing-masing ada 9 balita (15,0%). Sifat yang dimiliki anak-anak dengan sasih tersebut diantaranya pendiam, senang menyendiri, watak keras, tidak mau mengalah dan cerdas. Sedangkan berdasarkan Ilmu Numerologi Phytagoras sebanyak 60 balita (100%) memiliki angka 2 dalam garis ibu yang berarti memiliki sifat tidak tegas, penakut dan juga memiliki hambatan berbicara saat usia kecil.
