Hubungan Pengetahuan, Dukungan Suami, Dan Jarak Tempat Tinggal Dengan Perilaku Pemeriksaan Iva Pada Wanita Usia Subur Di Puskesmas Kuta Utara
DOI:
https://doi.org/10.36049/hope.v2i1.339Kata Kunci:
pengetahuan;dukungan suami;jarak tempat tinggal;pemeriksaan IVA.Abstrak
Laporan World Health Organization tahun 2020 menyebutkan kanker servikssebagai penyebab kematian utama wanita di Indonesia dengan angka 21.003 jiwa, dan tingkat kematian 14,4 per 100 ribu penduduk. Di Kabupaten Badung, insiden kanker serviks meningkat dari 12,1% pada tahun 2021 menjadi 17,1% pada tahun 2022, dengan jumlah kasus terbanyak berasal dari wilayah kerja Puskesmas Kuta Utara (18,8%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, dukungan suami, dan jarak tempat tinggal dengan perilaku pemeriksaan IVA Test pada wanita usia subur (WUS). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, dilakukan pada Maret-April 2024. Sampel diambil menggunakan Teknik purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (45%), tempat tinggal jauh dari Puskesmas Kuta Utara (58%), dan tidak mendapat dukungan suami (69%). Namun, sebagian besar responden telah melakukan pemeriksaan IVA (64%). Analisis uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pemeriksaan IVA (p = 0,019) dan dukungan suami dengan perilaku pemeriksaan IVA (p = 0,044). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara jarak tempat tinggal dengan perilaku pemeriksaan IVA (p = 0,357). Simpulan: Perilaku pemeriksaan IVA pada WUS berhubungan dengan pengetahuan dan dukungan suami, tetapi tidak berhubungan dengan jarak tempat tinggal. Saran untuk Puskesmas adalah meningkatkan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya pemeriksaan IVA sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.
