Pengaruh Edukasi Pijat Laktasi Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Post Partum
The Effect of Lactation Massage Education on Breast Milk Production in Postpartum Mothers
DOI:
https://doi.org/10.36049/hope.v2i2.421Kata Kunci:
edukasi, pijat, lantasi, asi, nifasAbstrak
ASI eksklusif secara tidak langsung dapat mengurangi Angka Kematian Bayi (AKB), Produksi ASI yang kurang menyebabkan ibu akan mengalami proses kesulitan dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi pijat laktasi terhadap produksi ASI Pada Ibu Post Partum di Wilayah TPMB Ni Ketut Parwati A.Md.Keb. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pre-Experiment Design dengan jenis One-Group Pretest-Postest Design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai April 2025. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu post partum 0-42 hari yang memberikan ASI dan terdata dalam register kunjungan di Wilayah TPMB Ni Ketut Parwati A.Md.Keb. Jumlah sampel sebanyak 30 orang dengan teknik purposive sampling. Tekhnik analisa univariat dengan distribusi frekuensi sedangkan analisa bivariat dengan uji normalitas data shapiro-wilk dengan analisis data Paired t-test jika data berdistribusi noemal dan jika tidak berdistribusi normal dengan uji Wilcoxon. Hasil uji penelitian menggunakan aplikasi komputer. Analisis data univariat dan analisis statistik dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil analisis univariat yaitu usia responden seluruhnya berusia 20-35 tahun, Sebagian besar dengan paritas primipara dan Pendidikan responden sama-sama pada kategori dasar dan menengah. Uji normalitas data dalam penelitian ini menggunakan uji Shapiro-Wilk. Data dianalisis dengan menggunakan analisis Paried t-test, dengan nilai p value 0,000 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian edukasi pijat laktasi terhadap pengeluaran produksi ASI. Intervensi pijat laktasi pada ibu postpartum dapat meningkatkan kelancaran pengeluaran ASI pada proses menyusui karena pijat laktasi mempengaruhi hipofisis untuk mengeluarkan hormon prolaktin dan hormon oksitosin yang mempengaruhi proses pengeluaran ASI. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan SOP dalam asuhan kebidanan secara komperehensif untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum.
