Pemberian Stimulasi Oleh Ibu Berhubungan Dengan Perkembangan Motorik Kasar Dan Halus Pada Anak Usia 6-12 Bulan
DOI:
https://doi.org/10.36049/hope.v2i2.424Kata Kunci:
Stimulasi; Anak Usia 6-12 Bulan; Perkembangan Motorik Kasar dan HalusAbstrak
aBSTRAK
Berdasarkan skrining yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia di 30 Provinsi di Indonesia ditemukan 45,12% bayi mengalami gangguan pada perkembangannya. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya peran orang tua dalam memberikan stimulasi kepada anaknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian stimulasi dengan perkembangan bayi usia 6-12 bulan. Desain dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini bayi yang berusia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping 1 Sleman Provinsi DIY. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 120 responden. Instrumen penelitian menggunakan Kuisioner pada variabel pemberian stimulasi dan KPSP pada variabel perkembangan bayi usia 6-12 bulan. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memberikan stimulasi dengan baik 93,3% dan perkembangan bayi usia 6-12 bulan normal 84,2% serta terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pemberian stimulasi terhadap perkembangan bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gamping 1 dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara pemberian stimulasi terhadap perkembangan bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gamping 1 Kabupten Sleman DIY.
