Edukasi Pemberian Aromaterapi Lavender untuk Mengatasi Nyeri Persalinan pada Asuhan Kebidanan Berkesinambungan
DOI:
https://doi.org/10.36049/zppfc307Keywords:
kehamilan, edukasi, aromaterapi, lavender, coc, persalinan, berkesinambunganAbstract
Kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, dan masa nifas merupakan proses fisiologis pada perempuan, namun dapat terjadi komplikasi yang mengancam keselamatan ibu dan bayi hingga menyebabkan kematian. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan asuhan kebidanan Continuity Of Care pada ibu “PE” umur 27 tahun primigravida beserta bayi yang menerima asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan dari umur kehamilan 30 minggu 5 hari sampai 42 masa nifas. Metode yang digunakan wawancara, pemeriksaan, observasi serta dokumentasi. Asuhan dilakukan dari bulan Februari 2024 sampai Mei 2026. Masa kehamilan berlangsung fisiologis hingga akhir kehamilan dan diberikan asuhan sesuai standar dengan memperhatikan keluhan dan kebutuhan Ibu Melahirkan secara normal melalui jalan lahir pada usia kehamilan aterm tanpa disertai komplikasi. Bayi lahir spontan dengan berat badan lahir 3120gram dan segera dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Asuhan masa nifas telah diberikan sesuai standar pelayanan kebidanan melalui pemantauan kondisi ibu, pemberian edukasi, deteksi dini komplikasi, serta konseling KB, dengan hasil masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi. Asuhan komplementer yang diberikan pada ibu “PE” selama kala I persalinan adalah relaksasi napas dengan aromaterapi lavender. Pemberian aromaterapi lavender melalui diffuser dapat membantu mengurangi nyeri dan kecemasan serta memberikan efek relaksasi pada ibu bersalin. Proses laktasi berjalan lancar dengan dukungan suami dan keluarga. Asuhan kebidanan pada bayi diberikan sesuai pelayanan neonatal esensial disertai asuhan komplementer berupa pijat bayi. Melalui asuhan berkesinambungan, ibu hamil menjadi lebih siap dan percaya diri menghadapi perubahan fisiologis, sehingga faktor risiko dapat dideteksi sejak dini dan komplikasi pada ibu maupun bayi dapat dicegah.
