Kebijakan Pengendalian Tembakau di Indonesia: Tantangan Implementasi FCTC dan Implikasinya terhadap Kesehatan Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.36049/45jmfz14Keywords:
FCTC, pengendalian tembakau, kebijakan cukai rokok, ketergantungan fiskal, diversifikasi pendapatan negaraAbstract
Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC) merupakan perjanjian internasional untuk menurunkan prevalensi merokok melalui pengendalian ketat terhadap industri tembakau. Indonesia menghadapi tantangan serius dalam penerapan FCTC karena kuatnya tekanan industri tembakau dan ketergantungan fiskal terhadap cukai rokok yang mencapai sekitar 10% dari total pendapatan negara pada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis review terhadap publikasi tahun 2019–2024 untuk mengidentifikasi peluang dan hambatan implementasi FCTC di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh lobi industri dan ketergantungan pada cukai menciptakan dilema kebijakan, dengan potensi kehilangan penerimaan hingga Rp50 triliun per tahun apabila konsumsi rokok menurun drastis. Namun, keberhasilan negara seperti Australia, Prancis, dan Thailand dalam melakukan diversifikasi pendapatan negara dan memperkuat kampanye edukasi masyarakat membuka peluang bagi Indonesia untuk mengadopsi strategi serupa. Studi ini merekomendasikan pendekatan multisektoral yang mengintegrasikan diversifikasi fiskal, penguatan regulasi, serta edukasi publik untuk mengoptimalkan implementasi FCTC tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi nasional.
