ANALISIS KESIAPAN RUMAH SAKIT DALAM IMPLEMENTASI TELEMEDISIN DI POLIKLINIK GERIATRI RSUD TABANAN
DOI:
https://doi.org/10.36049/b92fh898Keywords:
Telemedicine, TOE Framework, kesiapan teknologi, organisasi, lingkungan, RSUD TabananAbstract
Telemedicine merupakan salah satu inovasi layanan kesehatan digital yang menjadi prioritas dalam transformasi sistem kesehatan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapan penerapan Telemedicine di Poli Geriatri RSUD Tabanan berdasarkan kerangka Technology-Organization-Environment (TOE). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 21 responden yang terdiri atas tenaga kesehatan, staf manajemen, dan staf teknologi informasi. Instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari 3 dimensi (teknologi, organisasi, lingkungan) diuji reliabilitasnya dengan Cronbach’s Alpha. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum RSUD Tabanan memiliki tingkat kesiapan yang cukup baik. Pada dimensi teknologi, ketersediaan prasarana seperti listrik dan jaringan internet memperoleh nilai rata-rata tertinggi (mean = 4,19), sedangkan pada dimensi organisasi, dukungan manajemen dan kompetensi tenaga IT memiliki korelasi signifikan dengan total skor (r = 0,799 dan r = 0,665; p < 0,01). Dimensi lingkungan menunjukkan kontribusi besar terhadap kesiapan implementasi, di mana keselarasan kebijakan internal dengan kebijakan nasional (r = 0,920; p < 0,001) serta pemanfaatan media digital (r = 0,871; p < 0,001) menjadi faktor dominan. Nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,828–0,831 pada seluruh instrumen menunjukkan konsistensi internal yang baik. Kesimpulan bahwa penerapan Telemedicine di RSUD Tabanan memiliki fondasi infrastruktur dan dukungan organisasi yang memadai, namun masih memerlukan penguatan pada integrasi sistem informasi, pengembangan aplikasi mandiri, serta standarisasi sarana pelayanan. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya di beberapa rumah sakit di Indonesia yang menekankan pentingnya sinergi antara teknologi, organisasi, dan dukungan lingkungan eksternal dalam mengoptimalkan adopsi layanan Telemedicine.

