ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KETIDAKAKURATAN KODE DIAGNOSIS PENYAKIT RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG
DOI:
https://doi.org/10.36049/maintekkes.v2i1.224Kata Kunci:
Faktor Ketidakakuratan, Kode Diagnosis Penyakit, PuskesmasAbstrak
Keakuratan kode diagnosis penyakit pasien memiliki peran penting dalam kelancaran pelayanan kesehatan. Kode yang tidak akurat akan berdampak terhadap pembuatan laporan dan kualitas pelayanan kepada pasien karena mempunyai tingkat validasi data yang rendah. Ketidakakuratan kode diagnosis penyakit dipengaruhi oleh beberapa faktor sesuai kondisi dari fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keakuratan dan ketidakakuratan kode diagnosis penyakit serta faktor-faktor yang memengaruhi ketidakakuratan kode diagnosis penyakit di Puskesmas Pandanwangi yang meliputi petugas kodefikasi, kelengkapan dokumen rekam medis, kebijakan pengkodean dan sarana prasarana. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 4702 dokumen rekam medis dengan jumlah sampel yang diambil 98 dokumen rekam medis. Cara pengumpulan data dengan melakukan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan persentase keakuratan kode diagnosis penyakit sebesar 40,8% (40 berkas) dan persentase ketidakakuratannya sebesar 59,2% (58 berkas). Faktor-faktor yang memengaruhinya yaitu petugas kodefikasi pada poli umum masih dilakukan oleh dokter dan perawat, semua petugas kodefikasi belum pernah mengikuti pelatihan pengkodean, pengalaman kerja petugas kodefikasi sekitar 3 tahun, kelengkapan dokumen rekam medis belum sepenuhnya 100%, penggunaan SOP dan buku ICD-10 belum digunakan secara maksimal, serta belum adanya surat keputusan penetapan petugas kodefikasi dan kamus bahasa inggris untuk menerjemahkan kata asing.

