KETEPATAN RESLEKSI DIAGNOSA DAN KODE UTAMA PASIEN PROLIFERATIVE DIABETIC RETINOPATHY BERDASARKAN ATURAN MORBIDITAS PEMBIAYAAN JAMINAN KESEHATAN INA-CBG DI RUMAH SAKIT MATA BALI MANDARA

Penulis

  • Yuli Pujiastuti Rumah Sakit Mata Bali Mandara
  • Luh Yulia Adiningsih Politeknik Kesehatan Kartini Bali

DOI:

https://doi.org/10.36049/maintekkes.v2i2.293

Kata Kunci:

Indonesian Case Base Groups; Proliferative Diabetic Retinopathy; Reseleksi Diagnosa

Abstrak

Dalam sistem pembayaran jaminan kesehatan nasional, metode INA-CBG (Indonesian Case Base Groups) digunakan untuk menentukan biaya layanan kesehatan berdasarkan diagnosa dan kode penyakit. Ketepatan dalam diagnosa dan pengkodean sangat penting karena berdampak langsung pada pembiayaan yang diterima rumah sakit dari BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai ketepatan diagnosa dan pengkodean pasien Proliferative Diabetic Retinopathy (PDR) di Rumah Sakit Mata Bali Mandara guna memastikan bahwa pembiayaan yang diterima sesuai dengan layanan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini objeknya adalah dokumen rekam medis rawat inap bulan januari-maret 2024 dengan jumlah sampel 48 dokumen rekam medis. Instrumen yang digunakan pada pedoman observasi berupa cheklist. Uji yang digunakan adalah chi square. Keakuratan reseleksi diagnosa dan kode diagnosa PDR dengan pembiayaan jaminan kesehatan INA-CBG terdapat hubungan yang signifikan ( p-Value 0,000<0,005 ).

Diterbitkan

2024-12-18

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

KETEPATAN RESLEKSI DIAGNOSA DAN KODE UTAMA PASIEN PROLIFERATIVE DIABETIC RETINOPATHY BERDASARKAN ATURAN MORBIDITAS PEMBIAYAAN JAMINAN KESEHATAN INA-CBG DI RUMAH SAKIT MATA BALI MANDARA. (2024). MAINTEKKES : The Journal of Management Information and Health Technology , 2(2), 45-49. https://doi.org/10.36049/maintekkes.v2i2.293

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama