ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETIDAKAKURATAN KODEFIKASI DIAGNOSIS PASIEN RAWAT INAP DI RSI AISYIYAH MALANG
DOI:
https://doi.org/10.36049/spc0dx38Kata Kunci:
Diagnosis, Kodefikasi, Man, Material, Rekam MedisAbstrak
Hasil survei pendahuluan yang dilakukan terhadap 50 dokumen rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang menunjukkan bahwa tingkat keakuratan pemberian kode diagnosis sebanyak 68% dan tingkat ketidakakuratan pemberian kode diagnosis 32%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab ketidakakuratan kodefikasi diagnosis pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang berdasarkan unsur Man dan unsur Materials. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan cross sectional dengan instrumen berupa wawancara dan observasi yang dilakukan kepada kepala rekam medis dan dua petugas rekam medis bagian koding di RSI Aisyiyah Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada petugas khusus yang melakukan kodefikasi pada berkas rekam medis pasien rawat inap. Koding dilakukan bergantian dan pelatihan tidak dilakukan secara rutin. Kelengkapan laporan penting pada dokumen rekam medis hanya mencapai 66%. Terdapat 40% diagnosis tidak terbaca berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap 70 dokumen rekam medis rawat inap. Ada 40% rekam medis yang tidak menyertakan tanda tangan DPJP dan 47% yang tidak ada nama DPJP. Bahwa faktor penyebab ketidakuratan kodefikasi diagnosis pasien rawat inap berdasarkan unsur man dapat dilihat dari pengalaman, latar belakang pendidikan, masa kerja, pelatihan, dan pengetahuan. Sedangkan, faktor penyebab ketidakuratan kodefikasi diagnosis pasien rawat inap berdasarkan unsur materials dapat dibuktikan melalui kelengkapan laporan penting pada dokumen rekam medis rawat inap, keterbacaan diagnosis, dan penggunaan singkatan atau istilah medis oleh dokter.

