Edukasi Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia sebagai Upaya Peningkatan Keberhasilan Terapi
DOI:
https://doi.org/10.36049/h68wdx85Keywords:
Skizofrenia, Kepatuhan Minum Obat, EdukasiAbstract
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang memerlukan terapi jangka panjang, di mana keberhasilan terapi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat. Namun, ketidakpatuhan masih menjadi masalah utama yang dapat menyebabkan kekambuhan dan penurunan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukasi yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan pasien.Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia melalui edukasi berbasis komunitas dengan metode kunjungan rumah.Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan edukatif melalui kunjungan rumah (home visit) pada 22 pasien skizofrenia. Edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga terkait pentingnya kepatuhan minum obat, cara penggunaan obat yang benar, serta pengelolaan efek samping. Tingkat kepatuhan diukur dan dikategorikan menjadi kepatuhan tinggi, sedang, dan rendah. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat kepatuhan tinggi, yaitu sebanyak 14 orang (63%), diikuti kepatuhan sedang sebanyak 7 orang (32%), dan kepatuhan rendah sebanyak 1 orang (5%).Kesimpulan: Edukasi kepatuhan minum obat melalui pendekatan kunjungan rumah terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien skizofrenia.
References
BKPK Kemenkes RI. (2023). Laporan Tematik SKI. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/laporan-tematik-ski/. Diakses 02 Februari 2025
Fitrikasari, A., & Kartikasari, L. (2022). Buku Ajar Skizofrenia. Undip Press.
Højlund, M., Köhler-Forsberg, O., Gregersen, A. T., Rohde, C., Mellentin, A. I., Anhøj, S. J., Kemp, A. F., Fuglsang, N. B., Wiuff, A. C.,
Nissen, L., Sørensen, M. A., Madsen, N. M., Wagner, C. B., Agharazi, A., Søndergaard, C., Sandmark, M., Reinhart, J., & Correll, C. U (2024). Prevalence, correlates, tolerability-related outcomes, and efficacy-related outcomes of antipsychotic polypharmacy: a systematic review and meta-analysis. The Lancet Psychiatry, 11(12), 975–989. https://doi.org/10.1016/S22150366(24)00314-6
Kemenkes RI. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional. Diakses 05 Februari 2025
Mashudi, S. (2021). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Skizofrenia. Global Aksara Press.
Nailul Faiza, Urip Pratama, & Nurul Amna. (2024). Hubungan Dukungan Keluarga
dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Aceh. Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(4), 171–180. https://doi.org/10.62383/quwell.v1i4.989
National Institute for Health and Care Excellence (2023). Psychosis and schizophrenia in adults: Prevention and management(NICE Guideline CG178). NICE.
Pasaribu, J., Hasibuan, R., (n.d.). Kepatuhan Minum Obat Mempengaruhi Relaps Pasien Skizofrenia. In Jurnal Keperawatan Jiwa (Vol. 7, Number 1).
Tiihonen, J., Taipale, H., Mehtälä, J., Vattulainen, P., Correll, C. U., & Tanskanen, A. (2019). Association of AntipsychoticPolypharmacy vs Monotherapy with Psychiatric Rehospitalization among Adults with Schizophrenia. JAMA Psychiatry, 76(5), 499–507. https://doi.org/10.1001/jamapsychiatry.2018.4320
WHO. (2019). Psychosis And Schizophrenia Who-Em/Mnh/223/E. WHO. Geneva
WHO. (2021). Guidance on community mental health services Promoting person-centred and rights-based approaches. WHO.
Geneva
Yudhantara, S., & Ratri, I. (2018). Sinopsis Skizofrenia. Universitas Brawijaya Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Arum Nuryati, Siti Arifah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





